perjalanan mengikat menyeret jauh seluruh jalan
hanya kabut yang memeluk mengantar kota ke pelabuhan di atas tandu
dan kau, yang terhempas gelombang menuju kakiku
dan kapal itu, dalam cahaya redup separuh lelap
aku selalu mengenalnya
pegang erat bahu dan pundakku
budak
buih, deru hangat laut
air teluk berlumpur rasa perih dan hampa
di mana kita, dalam lambung malam yang pekat
hari ini seperti dulu
budak-budak terikat dan hati tertambat
tetap saja, sayangku, tetap saja kita berlayar
hanya sedikit kurang muak diguncang ombak
Tidak ada komentar:
Posting Komentar